Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Analis Ungkap 4 Kunci Sukses Free Fire di Asia Tenggara dan Amerika Latin

    Analis Ungkap 4 Kunci Sukses Free Fire di Asia Tenggara dan Amerika Latin - Jika kita bicara mengenai battle royale, pemikiran kita tentu langsung akan tertuju pada dua games battle royale paling besar di dunia: Fortnite dan PlayerUnknown's Battlegrounds (PUBG). Namun sebenarnya ada games yang lain sembunyi-sembunyi punyai keberhasilan besar, bahkan juga melebihi Fortnite dan PUBG di sejumlah negara. Games itu ialah Free Fire, battle royale garapan 111dots Studio dan Garena yang sekarang jadi kemampuan menguasai di Asia Tenggara dan Amerika Selatan.


    Analis Ungkap 4 Kunci Sukses Free Fire di Asia Tenggara dan Amerika Latin
    Analis Ungkap 4 Kunci Sukses Free Fire di Asia Tenggara dan Amerika Latin


    Berapa terkenalkah Free Fire? Menurut sebuah tayangan jurnalis dari Garena, Free Fire di tengah 2019 mempunyai lebih dari 450 juta pemakai tercatat, dan lebih dari 50 juta peak daily users. Penghasilan games ini lumayan besar, dengan laporan dari Sensor Tower memperlihatkan revenue di kwartal pertama tahun 2019 saja capai US$90.000.000 (sekitaran Rp1,26 triliun).


    Brasil jadi negara dengan reputasi paling tinggi di dunia Free Fire, dan menyumbangkan sekitaran 31% dari penghasilan keseluruhan. Negara ke-2 paling tinggi ialah Thailand yang menyumbangkan 11% dari revenue keseluruhnya. Kenapa games ini dapat demikian sukses, khususnya di daerah Asia Tenggara dan Amerika Selatan? Baru saja ini Henri Brouard, seorang riset di NetEase Game, mengungkapkan gagasannya melalui website Gamasutra.



    Bisa main di smartphone "kentang"

    Hal pertama kali yang disampaikan Brouard ialah sasaran pasar Free Fire yang ingin mencapai beberapa negara berkembang. Garena pastikan jika games ini dapat berjalan mulus di piranti-perangkat berspesifikasi rendah. Brouard mengatakan data dari Piranti Atlas, yang memperlihatkan jika piranti yang terbanyak ditunakan untuk mainkan Free Fire di kwartal ke-2 tahun 2019 ialah iPhone 7 dan Samsung Galaxy J2. Handphone yang paling akhir ini cuman mempunyai RAM sejumlah 1,5 GB dan penyimpanan di antara 8-16 GB.


    Free Fire - Screenshot

    Untuk mainkan Free Fire secara lancar, beberapa pemakai hanya dituntut mempunyai RAM 1 GB dan penyimpanan sebesar 900 MB. Ini lebih rendah dibanding misalkan PUBG Mobile, yang perlu RAM di atas 2GB dan penyimpanan 1,5 GB lebih. Free Fire sediakan opsi seting visual, hingga pemain di handphone hebat dapat memperoleh pengalaman yang lebih bagus.







    Gameplay super kasual

    Free Fire dibuat dari sejak awalnya supaya gampang dimainkan siapa dan tidak perlu waktu yang lama. Saat games diawali, jumlah pemainnya ialah 50 orang. Maknanya satu ronde dapat usai bisa lebih cepat, rerata sekitaran 10 menit saja. Bangunan pun tidak mempunyai jendela atau pintu, hingga pemain tidak dapat sembunyi secara mudah didalamnya. Ini ditambah lagi komponen-komponen yang lain percepat permainan, seperti high loot tempat dan drone yang dapat memperlihatkan lokasi lawan.


    Free Fire - 10 Minutes

    Dari sisi kesusahan, Free Fire sediakan feature aim assist yang cukup berlebihan, lebih berlebihan dari games shooter atau battle royale yang lain. Demikian berlebihannya hingga cursor tetap mengamankan lawan walau mereka bergerak ke lain. Selain itu, saat pemain lakukan zoom senjata, cursor akan beralih menjadi warna merah jika lawan terkunci. Semua feature kontribusi ini jadikan Free Fire games yang ramah untuk mereka yang tidak terlatih bermain games shooter.


    Monetisasi dengan elemen RPG

    Sekilas monetisasi Free Fire kemungkinan kelihatan biasa-biasa saja. Pemain dapat memperoleh imbalan cukup hanya bermain, dan akan mendapatkan imbalan extra jika beli season pass. Games ini tawarkan feature gacha (Luck Royale) yang bakal memberinya poin secara random. Pemain dapat memakai mata uang gratis atau premium untuk mainkan Luck Royale ini.


    Free Fire - Characters

    Perbedaan Free Fire dengan battle royale yang lain ialah jika games ini mempunyai komponen sama RPG. Di Free Fire, pemain dapat pilih satu diantara beberapa puluh watak berlainan, dan masing-masing watak ini mempunyai ketrampilan berlainan juga. Beberapa watak dapat didapat dengan gratis, tetapi ada pula yang perlu dibeli dengan mata uang premium. Watak-karakter ini selanjutnya dapat di-upgrade supaya jadi lebih kuat, dan tentu saja proses up-grade itu semakin lebih cepat jika memakai mata uang premium.

    Ini masih ditambah dengan ada beragam poin yang bakal memberinya keuntungan, seperti isi ulangi HP, panggil peti airdrop, dan lain-lain. Dengan mengabiskan semakin banyak uang, pemain dapat mendapatkan sedikit keuntungan dibanding pemain yang lain, dan ini memberinya daya magnet tertentu.


    Merangkul komunitas lokal

    Free Fire benar-benar terus-menerus dalam menginjakkan kakinya di pasar lokal, dan ini dilaksanakan melalui beberapa faktor berlainan. Hal pertama kali yang langsung kelihatan ialah saluran sosial media resminya terpisah berdasar negara. Anda dapat mendapati account Facebook, Twitter, bahkan juga YouTube Free Fire khusus untuk pasar Indonesia, Brasil, India, dan lain-lain.


    Free Fire - Ia de los Muertos

    Pendekatan ke-2 ialah peningkatan beberapa konten dengan nuansa lokal. Free Fire mempunyai moment khusus bertopik Karnaval Brasil, Ia de los Muertos (perayaan Meksiko), watak Monkey King (Tiongkok), dan ada banyak kembali. Disamping itu, games ini banyak juga ambil ide dari film atau games yang lain populer. Anda dapat mendapati baju yang serupa Joker, watak yang serupa John Wick, dan banyak.

    Pendekatan lokal selanjutnya ialah esports. Di beberapa negara barat, esports di basis mobile tidak demikian terkenal. Tetapi beda hal dengan beberapa negara yang memiliki sifat "mobile-first" seperti daerah Asia Tenggara dan Amerika Selatan. Esports mobile banyak disukai, dan Garena memfasilitasinya melalui beberapa kompetisi nasional atau internasional.


    tags : jumlah pemain free fire di dunia, negara yang sedikit main free fire