Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apakah Garena Free Fire akan Ditutup? Ini Alasannya!

Apakah Garena Free Fire akan Ditutup - Garena Free Fire sejauh ini menjadi salah satu game battle royale populer yang dimainkan oleh banyak kalangan. Isu apakah Garena Free Fire akan ditutup kadang terjadi. Namun game yang satu ini sampai sekarang masih bisa dimainkan dengan baik di Indonesia. Game ini memang beberapa kali tutup sementara namun hanya untuk maintenance yang dilakukan oleh developer. Jadi game ini bukan ditutup untuk selamanya, setidaknya sampai saat ini.


Apakah Garena Free Fire akan Ditutup
Apakah Garena Free Fire akan Ditutup


Free Fire Bisa Ditutup karena Efek Negatifnya

Sebuah aplikasi, game, maupun website bisa saja ditutup di suatu negara. Game Free Fire sendiri masih dapat dimainkan dengan bebas di Indonesia. Bagaimana dengan negara lain? Ternyata ada negara yang mempertimbangkan untuk melarang warganya bermain game mobile seperti Free Fire. 


Misalnya saja Bangladesh yang diminta untuk melarang game Free Fire dan PUBG. Seorang kepala daerah di Indonesia juga mengusulkan untuk melakukan pelarang atau ban terhadap game mobile online. Namun sejauh ini belum ada yang benar-benar menerapkan pelarangan tersebut.


Pihak yang mencoba untuk menutup atau melarang memainkan game yang satu ini berpendapat jika ada banyak dampak negatif yang tidak baik bagi para pemain. Apalagi pemain game seperti Free Fire ini banyak yang masih anak-anak atau di bawah umur. Apakah Garena Free Fire akan ditutup karena dampak negatif ini? Sejauh ini tidak karena dampak tersebut sebenarnya dapat diminimalkan oleh pengguna itu sendiri. 



Aspek Negatif dari Game Free Fire

Menyebabkan Kecanduan Bermain Game

Game online seperti Free Fire memang seru untuk dimainkan. Ini bisa menyebabkan kecanduan pada para pemainnya. Anak-anak yang belum bisa membatasi dirinya bisa bermain sepanjang hari. Hal tersebut tentu tidak baik bagi mereka. Orang tua setidaknya harus memberikan batasan berapa lama mereka boleh bermain.


Adanya Unsur Kekerasan

Game battle royale seperti Free Fire merupakan game yang berisi kekerasan. Para pemain harus berjuang menjadi pemenang dengan cara bertahan hidup sampai akhir. Pemain atau tim lain di dalam game tersebut adalah musuh yang harus dibunuh. Unsur kekerasan ini tentunya kurang cocok bagi anak-anak. Meskipun tidak ada bukti bisa mendorong anak-anak melakukan kekerasan namun tetap mengenalkan mereka pada kekerasan. 


Chat Kasar di dalam Game

Selain bermain game, para pengguna Free Fire juga bisa melakukan chat dengan pemain lainnya. Chat tersebut bisa berupa teks atau audio. Tak jarang chat yang dilakukan malah menggunakan kata-kata kasar atau bahkan tidak senonoh. Hal tersebut yang tentu berdampak kurang baik apalagi bagi anak-anak. 


Top Up Diamond yang Membutuhkan Uang

Seperti game jenis lainnya, Free Fire juga menyediakan diamond untuk kebutuhan membeli item di dalam game. Diamond tersebut bisa diperoleh dengan membeli menggunakan uang sungguhan. Top up diamond dapat dilakukan via kartu kredit, pulsa, dan layanan lainnya. Ini tentu saja bisa menguras uang jika tidak dikendalikan. Anak-anak kadang tidak berpikir soal besarnya uang untuk top up sehingga orang tua perlu tegas dan berhati-hati. 


Banyaknya dampak negatif dari bermain game seperti Free Fire tersebut memang membuat sebagian pihak anti terhadap game seperti ini. Hal tersebut yang kemudian mendorong pihak-pihak tertentu ingin menutup akses game Free Fire. Pemerintah melalui kementerian telekomunikasi sendiri memiliki wewenang untuk mengizinkan akses ke aplikasi dan game.


Meskipun memiliki dampak negatif, namun Free Fire sejauh ini tetap diizinkan untuk dimainkan. Apalagi dampak negatif tersebut sebenarnya dapat dihindari oleh penggunanya. Jadi ini tergantung dari para penggunanya untuk bisa meminimalkan dampak negatif tersebut. 


Selain itu, bermain game sebenarnya juga punya dampak positif. Jika dilakukan dengan tepat dan tak berlebihan, bermain game malah bisa memberikan keuntungan. Game seperti Free Fire juga bisa mengasah strategi pemain. Gamers profesional untuk game ini juga bisa mendapatkan penghasilan yang lumayan. Anak-anak yang bermain game seperti Free Fire perlu diarahkan agar bisa mendapatkan dampak positifnya.








Alasan-alasan Garena Free Fire Bisa Ditutup

Penutupan sebuah game bisa terjadi karena beberapa alasan. Tapi apakah Garena Free Fire akan ditutup? Garena Free Fire sendiri sampai saat ini masih populer sehingga kemungkinan besar tidak akan ditutup. Apalagi dengan adanya pembaruan yang rutin dilakukan untuk membuat pemain semakin betah. 


Pendapatan dari game populer seperti Free Fire tentu saja sangat besar. Apalagi Garena sebagai perusahaan yang mengeluarkan game ini merupakan perusahaan yang cukup terkenal. Selain Free Fire, game yang dirilis oleh Garena misalnya League of Legends, FIFA Online 4, dan Call of Duty: Mobile. Ternyata ada juga beberapa game dari Garena yang sudah ditutup misalnya FIFA Online 3, Point Blank, Eisword, dan lain-lain. Mengapa sebuah game bisa ditutup? Berikut ini beberapa alasan mengapa game bisa ditutup:


Permasalahan antara Developer dan Publisher

Game bisa ditutup karena terjadi konflik antara developer dan publisher. Pemegang lisensi game tersebut bisa memutuskan untuk berhenti merilisnya jika terjadi konflik. Pihak developer yang membuat game bisa berhenti mengembangkan game tersebut jika ada permasalahan dengan pihak publishernya.


Ditutup di Wilayah Tertentu oleh Pemerintah

Pemerintah di suatu negara memiliki kewenangan untuk mengatur akses internet bagi warganya. Game online seperti Free Fire memiliki server tersendiri yang bisa saja tidak diizinkan untuk diakses oleh pemerintah suatu negara. Sejauh ini Free Fire masih dapat dimainkan dengan bebas di Indonesia meskipun beberapa pihak mengajukan usulan untuk membatasi aksesnya.


Game Sudah Tidak Diminati

Game yang telah lama dirilis bisa kehilangan popularitasnya jika pemain sudah bosan. Maka dari itu game seperti Free Fire selalu melakukan update dan menambah item dan fitur baru. Jika suatu saat para pemain sudah bosan dan banyak yang beralih ke jenis game lain maka bisa jadi game dapat ditutup. Pemain yang sedikit tentunya memberikan pendapatan yang sedikit pula. 


Adanya Perbaikan atau Maintenance (Ditutup Sementara)

Game seperti Free Fire kadang ditutup sementara karena dilakukan perbaikan. Ini biasanya dilakukan sebelum game diperbarui. Jadi para pemain tidak bisa masuk ke server dalam waktu tertentu, misalnya selama satu hari. Game tersebut servernya ditutup sementara untuk para pemain. Setelah selesai perbaikan, maka pemain bisa segera bermain kembali.


Para penggemar game Free Fire tentu akan merasa cemas dengan adanya kabar jika game ini akan ditutup atau dibatasi. Namun tak perlu khawatir karena di Indonesia sendiri, game Free Fire atau yang lain masih bisa dengan bebas dimainkan. Para pemain juga bisa mencoba menggunakan VPN jika ingin mencoba masuk ke server negara lain. 


Apakah Garena Free Fire akan ditutup sebenarnya bisa dijawab seiring berjalannya waktu. Sebuah game tentunya mengikuti perkembangan zaman dengan menyesuaikan minat konsumen. Saat ini game Free Fire masih memiliki banyak peminat sehingga tidak perlu khawatir akan ditutup. Game yang akan ditutup biasanya akan tidak diperbarui lagi. Developer game akan beralih mengembangkan game baru yang lebih potensial. 


tags : benarkah free fire akan ditutup, apakah free fire akan ditutup pada tanggal 18 juli 2020, apakah free fire akan ditutup oleh pemerintah, betulkah free fire akan ditutup, free fire akan ditutup di indonesia, betul ke free fire akan ditutup, free fire akan dihapus pada tanggal, apakah free fire akan ditutup 2021