Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Selain China, 5 Negara Ini Pernah Larang Warganya Bermain Game

    Selain China, 5 Negara Ini Pernah Larang Warganya Bermain Game - Gameplay Free Fire ialah di mana seluruh pemain dikeluarkan dengan pesawat dan harus lakukan terjun bebas. Setiap pemain harus juga cari senjata dan perlengkapan klinis saat dikirimkan untuk bertanding menantang pemain lain dan bertahan hidup.Di tengah-tengah permainan kelak bakal ada pesawat yang melalui dan mengeluarkan airdrop berbentuk kotak besar berisi rompi kebal peluru, helm, senjata khusus seperti AWM, Groza, M79 dan M249 atau senapan mesin.


    Negara Ini Pernah Larang Warganya Bermain Game
    Negara Ini Pernah Larang Warganya Bermain Game


    Mendapati airdrop pun tidak susah. Kotak ini akan pancarkan garis vertikal atau lempeng dari langit dengan sinar kuningnya. Agar semakin menganakemaskan pemain, Free Fire memberikan tanda untuk beberapa barang dalam airdrop. Bila semua sudah diambil, sinarnya akan lenyap, dan kebalikannya sinarnya tetap berpijar bila ada komponen yang belum diambil.Pada saat-saat tertentu permainan, Zone Bahaya akan ada, lingkaran zone bahaya akan warna merah bila disaksikan dari peta.


    Pada minggu kemarin, pemerintahan China berlakukan rangkaian ketentuan baru untuk melawan permasalahan ketagihan video games di kelompok muda. Dalam ketentuan itu, disebut jika seluruh orang yang belum berusia 18 tahun dilarang main games lebih dari 90 menit setiap hari, itu juga terbatasi cuman bisa main di antara jam 08.00 pagi sampai jam 22.00 malam.


    Selainnya China, rupanya ada beberapa negara yang sempat larang masyarakatnya untuk bermain beberapa game tertentu, terutamanya permainan berjenis Battle Royale seperti PUBG. Negara mana saja sich itu? Berikut kami sudah meringkas untuk kamu beberapa negara yang pernah keluarkan larangan bermain games untuk warganya.








    India

    Sering menjadi kambing hitam dari beberapa tindakan di India, pemerintahan Negeri Bollywood memutuskan untuk larang masyarakatnya untuk bermain games PUBG Mobile. Semua berawal di awal Februari lalu saat seorang bocah ngotot mengakhiri nyawa dengan menggantung diri karena kemauannya mempunyai handphone untuk mainkan PUBG tidak bisa tercukupi.

    Dari sana lah, pemerintahan India selanjutnya memilih untuk mengeluarkan Gujarat Police Act 135 untuk tekan ketagihan pada games online itu, di mana beberapa pemain PUBG bisa ditahan faksi kepolisian.


    Irak

    Menurut laporan Reuters, Irak memilih untuk keluarkan larangan bermain games PUBG sebab bisa dipandangp menghancurkan kesehatan, budaya, sampai mengganggu keamanan warga. Walau demikian, larangan ini memacu pembicaraan warga di tempat karena larang masyarakat bermain PUBG bukan fokus bangsa, apa lagi negara itu masih bergelut dengan korupsi, pengangguran, dan rumor sosial ekonomi.


    Lebanon

    Takut anggotanya tergabung dengan pemain dari negara lawan, Lebanon larang beberapa pasukan militernya untuk bermain games berjenis Battle Royale, satu diantaranya PUBG. Nota intern yang diedarkan pimpinan Tentara Lebanon, Resimen Artileri Pertama ini sudah diberi tanda tangan oleh Komandan Angkatan Darat Jenderal Joseph Aoun, pada 4 Januari kemarin.


    Mesir

    Bermula dari kasus penusukkan guru yang sudah dilakukan dengan seorang pelajar, Kepala Komite Tehnologi dan Komunikasi Parlemen Mesir, Ahmed Badawy memandang jika games itu punyai resiko besar untuk menggerakkan remaja lakukan tindakan kekerasan.

    Dikutip dari Egypt Today, seorang Seif el-Din, siswa berumur 16 tahun menusuk sampai meninggal gurunya saat dia sedang ikuti les private di dalam rumah guru itu. Saat diinterogasi oleh faksi kepolisian, Seif el-Din akui jika dianya cuman ingin mengikuti watak games yang berada di PUBG.


    Nepal

    Tujuh bulan lalu, Nepal Telecommunication Authority disampaikan sudah memberinya informasi berkaitan larangan dan penutupan PUBG per 11 April 2019. Sama dengan India yang memberikan wewenang polisi untuk tangkap beberapa pemain PUBG, Nepal bahkan juga akan memberinya hukuman untuk penyuplai jasa service yang memberinya akses untuk permainan ini.


    tags : negara pemain mobile legend tersepi, negara yang bermain mobile legend, negara mmr terendah mobile legend 2021, negara paling banyak main mobile legend, negara beban di ml, negara paling banyak pemain pubg, codashop